
a. Condong pada kesesatan.
b. Menggunakan tradisi orang-orang pada zaman jahiliyah.
c. Membunuh manusia tanpa alasan yang benar.
d. Banyak gosip. (An Nisaa: 114), (Al Mujaadilah: 9)
e. Takabbur
f. Syirik (Ibrahim: 13-14)
g. Taat dan tunduk pada syetan, melakukan dosa-dosa besar dan kecil. (Ibrahim:22)
h. Dusta dan menentang ayat-ayat Allah. (Al An’aam: 157)
i. Menghukumi tanpa berlandaskan hukum Allah. (Al Maaidah: 45)
j. Berdusta/berbohong kepada Allah Azza Wajalla. (Al An’aam: 21), (An Nahl: 116), (Al Baqarah: 140)
k. Melampaui batas dari ketentuan Allah (Al Baqarah: 229)
l. Mengikuti hawa nafsu dan meninggalkan syariat Allah. (Al Qashash: 50)
m. Ayat-ayat Allah diperdengarkan namun ia tidak mengingat-Nya. (Al Kahfi:57)
n. Memfitnah, merendahkan dan mengolok-olok orang Muslim. (Al Hujuraat: 11)
o. Mencari-cari kesalahan dan mengghibah orang Muslim. (Al Hujuurat: 12)
p. Kekufuran. (Aali Imran: 105-106). Sebab-sebab dari sebuah perpecahan:
• Meninggalkan jalan Allah lalu mengikuti jalan-jalan setan. (al-An’aam: 153)
• Tidak disatukan oleh kebenaran dan melupakan sebagian ajaran Allah. (al-Maa’dah: 14)
• Tidak adanya kejernihan akal. (Aali Imran: 152)
• Tidak adanya persatuan hati di antara mereka tidak terdapatnya sifat zuhud dunia. (al Anfaal: 63)
RUJUKAN: JUNDULLAH(THAQAFAH WA AKHLAK) - Said Hawwa
Tiada ulasan:
Catat Ulasan